Rabu, 06 Januari 2010

tugu purworejo tapi ghoib???


Purworejo adalah salahsatu kabupaten yang berada di daerah provinsi JATENG,lebih spesifiknya bahwa apabila kita akan pergi ke kab.Magelang dari arah Purwokerto atau sebaliknya maka yang akan kita lewati adalah kab.Purworejo
Mungkin ada baiknya kita mesti tahu dahulu pernah adakah tugu atau patung yang berdiri kokoh di daerah kita masing masing?dan tahukah akan fungsi tugu atau patung itu?
Di berbagai daerah tak kurang dari satu saya kira pasti ada sebuah tugu atau patung yang dibangun oleh pemda maupun warga setempat dan memiliki fungsi sendiri sendiri tergantung sipembuat atau warga yang terkait.
Di provinsi Yogyakarta terdapat sebuah tugu yang sering disebut tugu jogja,di magelang ada tugu yan menjulang tinggi di bundaran salaman dan tidak munkin di purworejo tidak ada koleksi tugu yang dimiliki oleh kab. Yang berslogan purworejo berirama itu
Bakan di sebelah barat kota terdapat patung pahlawan revolusi Jendral Ahmad Yani,dan kemudian di tengah kota terdapat pula patung kompinis laggu Indonesia Raya tak lain adalah WR Soepratman
Tidak jauh fungsi dari tugu yang ada di daerah manapun adalah sebagai symbol penghargaan,kemenangan dan warisan kebudayaan yang pernah diperoleh dimasa silam dan hal yang terpenting dari sebuah tugu adalah ketika kita melihat kekokohan tugu yang ada adalah ingatan dan rasa keinginan kita semakin tumbuh menjelma menjadi semangat nasionalis dan tak jarang bagi mereka yang bepergian menggunakan bus,tugu maupun patung dipergunakan sebagai “jari telunjuk” dari buah mulut untuk turun dari bus.
Hal yang sedikit menggelikan pikiran dari fungsi tugu ketika kita masuk ke kabupaten Purworejo tentunya bagi mereka yang naik bus magelang purworejo saat kita mulai memasuki kabupaten ini tepatnya setela traffic light maka kita akan ditemui persimpangan yang apabila arah lurus menuju kota dan apabila arah kanan menuju plasa atau terminal baru.
Kemudian khususnya bagi mereka para penupang bus magelang purworejo akan mendengar para kernet mempersilakan turun di “TUGU”,ya di persimpangan itulah kernet sering melontarkan kata “yang turun tugu,yang turun tugu”,padahal di persimpanan itu samasekali tidak ada tugu yang berdiri kokoh.atau tidak ada tugu yang sesuai dengan fungsinya sebagai symbol dan “jari telunjuk”
Bagi masyarakat yang belum tahu dengan historysnya persimpanan itu akan sedikit bertanya-tanya, dan bagi mereka yang sudah tahu akan sejarah persimpangan itu mungkin akan diam saja dan kemungkinan tidak akan ada satu cerita mengenai persimpangan itu yang keluar dari mulut mereka
kiranya sejarah tugu persimpanagan itu pasti menoreh pertanyaan dikalangan masyarakat khususnya mereka masyarakat kab. Magelang yang akan bertamu ke kab. Purworejo danTentunya atmosfir kab. Purworejo akan sedikit berbeda dimata masyarakat Magelang apabila dipersimpangan tersebut dibangun kembali sebuah tugu yang menceritakan keindahan dan sejarah kab.Purworejo sendiri.
Dan tidak ada lagi cerita kebohongan yang bersemayam dibenak para penumpang bus terhadap para kernet yang sering mempersilakan turun penumpang menggunakan kalimat yang tidak logis dan lucu di persimpanan itu pada kesehariannya.
-Muchmad jengki famiyanto,blogger,peminat dan aktif diforum diskusi online,tinggal di Magelang

2 komentar:

Penikmat Buku mengatakan...

hehehe...tengkyu infonya, cukup bermanfaat jika suatu saat singgah ke purworejo

Muchamad jengki tommy yanto mengatakan...

yap makasihh to..!