Selasa, 06 Desember 2011

Liburan Ke Pulau Untung Jawa #Part.2



sampai di tengah-tengah laut yang berwana agak biru, udara memang gak panas karena angin yang membawa serpihan butir air dari lajuan perahu membuat adem dan ayem memandang sekitar, hemmmm dan kulihat kebelakang terlihat sepanjang pantai utara pulau jawa ada ancol, dkk. Sempat berfikir akhhh aku ternyata meninggalkan pulau jawa !!! walau Cuma ke pulau kecil yang bernama Pulau untung jawa  ,.

Kisah diatas adalah cerita sebelumnya yaitu Liburan Ke Pulau Untung Jawa #Part1

Lanjut cerita, dalam perjalanan ditengah laut itu banyak temen2 aku yang bermuka ceria dan gembira, seakan laut ini adalah permainan anak-anak di game zone. Lihatlah pemandangan yang indah, burung-burung berwarna hitam yang sering naik turun diatas air , kanan kiri ada pulau2 kecl yang terlihat jambul pepohonan saja terkecuali Pulau Untung Jawa yang  udah terlihat pasir putihnya karena kita hampir  sampai disana.
“Lebak,Lebak bulus,lebak bulus yang lebak bullus turun !” seru penumpang dari belakang entah siapa yang ngomong itu, dalam batinku “nglindur tu orang ini kan dermaga dan ini bukan terminal bus”. Kita sampai di pemberhentian kapal pengangkut wisata yagn bertarif Rp. 10.000. sempet goyang-goyang ketika kaki mau melangkah ke dermaga dan untung gak kejeblos.
Pas naik Kapal pemberangkatan

Huft… perjalanan kurang lebih  30 menit di laut terasa segar setelah menapak kaki di daratan, rasa senang dan bangga riang gembira karena ktia sudah sampai di Pulau Untung Jawa. Aku dan idoy berpoto-poto dulu di ujung dermaga, sedangkan teman2 yagn lain menuju dan meninggalkan dermaga, aku kira mereka lagi istirahat gitu, eh malah mereka juga poto-poto bersama “hoiiii tungguin aku, aku juga mau poto-poto bareng!” …. “JEPRETTT” poto udah jadi, aku liat posisi potoku gak close-up alias Cuma sebagian badan yang kena..ini potonya:
Setiba di Dermaga, aku ampir jatohh
















Di gapura pulau ini tertulis “Selamat datang di Pulau Untung jawa” dan juga ada papan-papan penunjuk arah berwisata. Jika kenan ada wisata ble ble ble … jika kekiri ada wisata bleb ble ble ….
Kami memutuskan untuk kearah kanan, disana ada pemandangan indah di pinggir pantai dan juga ada jembatan bakau,..dll
Perjalanan ke Pantai, lihat saking asyik nya mas angga mau Joget Goyang gayung :)
eh ada topeng monyet kalleee :D
Cukup menarik dan sepertinya tempat ini sangat recommended banget buat kalian yang ingin bercamp semalem atau dua malem bahkan setahun !, karena disini jg ada perkampungan milik penduduk setempat tapi kayaknya gak banyak penduduk aslinya. Di samping kanan ada Vila-vila buat menginap tapi harganya aku gak tau, tapi sepertinya mahal karena tau sendiri di kawasan wisata itu mahal-mahal… air minum mineral ajah sampai 6-7 ribu…perbotol.

Menghela nafas dan istirahat, yaitu pukul kurang lebih 10:00 WIB. kami memesan makanan dan tempat duduk tiker, sempat kami tawar-menawar biar lebih murah tapi tetep ajah si pemberi jasa ngotot ngasih banderol dengan harga Rp. 10.000,-/tiker kami ambil dua, soal makanan kami memesan gado-gado yang di kasih harga Rp.8000/porsi. Si fitri diem-diem bawa makanan dari rumah krupuk Palembang sama roti legit, lumayan buat ganjel perut.
Sambil menunggu makanan dan minuman, kami ngobrol ngalor ngidul dan menikmati pemandangan pantai ; lihat Panti ini dangkal sampai karang pun terlihat, ada anak-anak yang bermain di pantai itu dengan mengenakan Ban sebagai pelindung, sesekali ombak menghantam karang buatan dari beton yang ada di pinggir, percikan air yang disebut embun air  sempat menyentuh pipiku cessssss wah sepertinya enak ni cebur-cebur-an dipantai yang dangkal hehehe

Niatku terurungkan, karena daripada nyebur ke pantai mending makan dulu, yap, gado-gadonya udah datang.selamat makan.

Habis makan aku dan sebagian teman mendekati bibir pantai, berdiri diatas karang beton. Melihat dan menatap ke Ujung Pantai bagaikan seorang Penjaga Pantai yang sedang menyisir para pengunjung dari kejauhan. “hoiiiii minggir ! minggirrrr ! ombak nya mulai besarrr!!” terdengar suara keras sekeras piring yang dilemar ke tembok. Itu bukan suara aku atau temenku tapi bener-bener itu suara si Penjaga Pantai ! dia memperingatkan kepada para pengunjung untuk berhati-hati dan jangan bermain air di pantai dengan kondisi air yang sedang pasang. Pasang?ya, memang sudah biasa air pasang dikala menjelang sore, seperti pelajaran waktu SD itu, kalian masih ingatkan?

Tak terasa waktu begitu cepatnya,. Udah jam 2-an. Sebagian teman dan termasuk aku pergi ke mushola terdekat. Shalat dzuhur, hemmm ada kesan gak enak disana, yaitu ketika wudhu air nya asin.
Balik lagi ke Camp tadi, setelah berbincang-bincang rencana selanjutnya, maka kami memutuskan untuk jalan-jalan dulu di Jembatan bakau. Suatu jembatan yang bukan dibangun dengan pohon bakau maupun dari daun tembakau, ingat itu. Tapi jembatan ini dibuat dari beton dengan lebar kurang lebih 2 meter-an yang panjangnya gak diketahui, karena aku gak mengukur. Dengan tinggi Cuma setengah meter kalo gak salah, setiap 10 meter kalo gak salah lagi ada Gasebo untuk istirahat dan bermesraan,upss bermesraan? Ya bisa aja kan, karena itu gazebo cucok untuk kalangan LANSIA2 yang mau bernostalgia and kembali meraskan jaman mudanya.

 Hemmm suasana sangat sejuk dan indah, apalagi kalau ada indah dewi pertiwi, subhanallah ya…. Dan sepertinya aku jadi ingat dengan lagu masa kecilku “kiri kanan, kulihat saja, banyak pohon bakau… kiri kanan, kulihat saja, banyak pohon bakauu” tiba-tiba aku jadi merasa kecil lagi, lari sana-lari sini dan kecebur. 

Puas menikmati jembatan bakau, kami memutuskan untuk pulang, tapi sesampai di Gapura depan,kami berhenti, kami berubah rencana untuk langsung pulang, tapi kami mau menulusuri wisata yang sebelah kanan dari Penunjuk arah di gapura tadi. Ada wisata. salah satunya pemandangan Dermaga. Cukup jauh tapi setelah sampai disana cuukup menyenangkan. Pemandangan di dermaga yang gak ada apa-apanya itu alias dermaga yang Cuma cor-coran beton cukup indah. Dan pengunjung pun juga gak banyak alias sedikti. Hahaha… ya, kebanyakn mereka memilih wisata di sebelah barat atau sebelah kiri dari gapura.

Rupanya puas gak puas dengan pemandangan dermaga itu, kami tetap melanjutkan untuk berpulang, ya kami rasa ini saatnya untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 3 lebih. 
Di tempat pemberhentian kapal kami menunggu, menunggu dan menunggu. Ya menunggu dengan tidak sabar, rupanya gak di sini gak dijakarta sama ajah,MACET. Antrian panjang dan sesak memenuhi dermaga. 
Bersabung ….. episode selanjutnya…ya  Liburan Ke Pulau Untung Jawa #Part3

#Bocoran episode selanjutnya : “Kami sempat mau tenggelam!!!!”

3 komentar:

ChorDering mengatakan...

Seru banget liburannya Bang..

Nchie mengatakan...

Assik deh Liburannya,apalagi rame2..

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kapan2 mesti ke sana nih.